Updated : Agu 26, 2019 in Berita Terkini

Terima Kekalahan, Dan Hanya Kurang Beruntung Harry Maguire Yakin MU Layak Menang!

Pemain berusia 26 tahun, Harry Maguire baru-baru ini mengakui jika Manchester United tidak tampil cukup bagus ketika ditahan imbang Southampton dengan skor 1-1 pada pekan keempat Premier League 2019/20, yang di laksanakan pada hari Sabtu tanggal 31 Agustus 2019 malam WIB. MU masih berada dalam situasi belum mencapai performa terbaik mereka.

Hasil itu memperpanjang catatan standar MU dalam beberapa laga terakhir. Setelah menang dengan perolehan skor 4-0 pada laga pertama, kemudian MU hanya bisa meraih dua hasil imbang dan satu kali kalah.

Setan Merah hanya bisa bermain imbang skor 1-1 dengan Wolverhampton, kalah dengan skor 1-2 dari Crystal Palace, dan terakhir imbang skor 1-1 dengan Southampton. Jelas, tiga hasil pertandingan ini buruk bagi sang pelatih Ole Gunnar Solskjaer.

Jika benar ingin bersaing di papan atas, MU seharusnya bisa memenangkan laga-laga tersebut sebelum menghadapi tim-tim kuat. Tapi nyatanya yang sudah di harapkan belum sesuai dengan kenyatannya.

Layak Menang

Bagi Maguire, hasil standar itu juga menjadi tantangan baru sebagai pemain yang baru saja bergabung dengan MU. Biar begitu, dia ada keyakinan MU hanya tak beruntung saja. Maguire percaya MU pantas menang pada tiga laga terakhir itu. Berikut ini ungkapkan dirinya soal MU.

“Ini [vs Southampton] adalah pertandingan lainnya yang layak kami menangkan. Kami menciptakan sebagian besar peluang dan kami kehilangan dua poin,” kata Maguire dikutip dari Goal internasional.

“Awal musim kami berjalan seperti itu. Kami juga layak menang di markas Wolves lalu kami membiarkan Palace melepas dua tembakan dan mereka mencetak dua gol.” ujarnya kembali seperti dilansir oleh salah satu agen poker online.

Harus Berkembang

Biar begitu keadaannya, tidak membuat Maguire priadi merasakan kekhawatiran. Dia justru yakin MU bisa berkembang jadi lebih baik. Hanya masalah waktu sampai permainan MU mencapai puncaknya. Ia begitu yakin dan percaya klub bisa membawa namanya dibanggakan oleh para penggemarnya.

“Kami jelas bisa berkembang, khususnya saat menguasai bola. Kami terlalu mudah kehilangan bola. Kami terlalu ceroboh dan kami harus mengembangkan itu,” sambung Maguire.

“Kami harus tampil arogan dan percaya diri saat menguasai bola.”

“Kami adalah MU – kami ingin mengontrol pertandingan. Ada momen ketika kami tidak mengontrol pertandingan dan kami dihukum lawan,” tutupnya.

Updated : Agu 25, 2019 in Berita Terkini

Hasilnya Gagal Saga Transfer Neymar, Yang Saat Ini Hanya Menyisakan Masalah

Segala hal yang mengindikasikan tentang transfer pemain berusia 27 tahun, Neymar akhirnya kian mulai surut, setidaknya untuk saat ini. Barcelona dikabarkan mengalami kegagalan dalam mencapai kesepakatan dengan PSG, penyerang Brasil ini kabarnya tetap bertahan di Paris dan mengakhiri usahanya yang ingin sekali pulang ke Catalan.

Sekitar dua pekan terakhir, publik juga tidak pernah di buat sepi dari berita soal dirinya. Dan usaha Barca benar-benar mengerahkan seluruh kemampuan mereka untuk memulangkan Neymar. Segala cara dicoba berbagai opsi sudah di rencanakan, mulai dari skema uang plus pemain sampai peminjaman dengan kewajiban membeli permanen.

Tetapi pada akhirnya sangat di sayangkan, PSG tak mau melepas Neymar dengan mudah. Mereka memasang harga tinggi yang justru memberatkan Barcelona. PSG hanya ingin Barca memberikan harga yang sudah sesuai di berikan PSG. Kini, Neymar harus kembali menjalani kariernya di Paris seperti biasa.

Kerumitan transfer Neymar ini tentu membuat banyak spekulasi yang keluar dari banyak orang sehingga menimbulkan banyak masalah. Apa saja? Mengutip Marca, baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

Masalah Di Barcelona

Efek dari kegagalan transfer Neymar ini cukup jelas. Sejak awal, fans Barca sudah terpecah. Sebagian khawatir pembelian Neymar bakal menimbulkan masalah finansial, sebagian yakin Neymar bakal mendongkrak kekuatan tim. Masing-masing orang berbeda-beda memberikan pendapatnya.

Rumor transfer Neymar sangat besar dan berdampak pada skuad Barca, tentu dampak negatif. Beberapa pemain Barca sempat dilemparkan begitu saja pada negosiasi ini.

Beberapa nama pemain tersebut ada Ivan Rakitic, Nelson Semedo, Ousmane Dembele, Samuel Umtiti, Jean-Clair Todibo, dan Arthur Melo. Kini, mereka harus berpura-pura bahwa hal itu tidak pernah terjadi, seperti Neymar harus berpura-pura di Paris.

Bukan tugas mudah bagi klub untuk meyakinkan jika pemain-pemain tersebut mereka adalah pemain yang masih bernilai.

Masalah Di Paris

Korban pertama jelas Neymar sendiri, dia tidak benar-benar menyembunyikan hasratnya pulang ke Barca. Kini, nahasnya dia harus bertahan di Paris yang tidak sesuai keinginannya, dalam lingkungan negatif.

Sebagian fans garis keras PSG sudah menegaskan ketidakpuasan mereka terhadap sikap Neymar. Bahkan mereka berani mengusir Neymar, yang sebenarnya layak dianggap sebagai pemain terbaik dalam skuad mereka. Namun karena tingkahnya banyak fans yang sudah tidak respek lagi dengan usaha dirinya berada di tengah-tengah lapangan.

Hubungan buruk dengan fans ini bisa merugikan Neymar, meski Thomas Tuchel memercayainya. Butuh beberapa gol apik jika Neymar ingin meminta maaf. Buktikan pada para fans yang memang sudah kecewa dengan dirinya.

Saga transfer Neymar ini seperti goncangan yang besar lalu masih ada menyisakan beberapa retakan dan reruntuhan. So kita lihat saja bagaimana perkembangan selanjutnya terkait soal pemain yang selalu menjadi kontroversi ini.

Updated : Agu 24, 2019 in Berita Terkini

Dengan Rasa Bangga Dan Hebat, Lukaku Berhasil Cetak Gol Untuk Inter Milan

Berita baru datang dari Inter Milan yang berhasil meraih kemenangan saat berkunjung ke markas Cagliari. Dan berita ini mencolok berkat striker anyar Inter berusia  Romelu Lukaku dimana dirinya merasa sangat bangga dan bahagia dengan kemenangan tersebut.

Inter menghadapi Cagliari pada giornata kedua Serie A 2019/20. Bermain di Sardegna Arena, pasukan Antonio Conte berhasil memperoleh kemenangan dengan skor tipis 2-1.

Pemain muda berusia 22 tahun, Lautaro Martinez membawa klubnya Inter unggul di babak pertama. Namun, tuan rumah mampu menyamakan kedudukan lewat Joao Pedro.

Lalu yang terakhir, kemenangan Inter akhirnya ditentukan oleh Lukaku. Bomber Belgia itu mencetak gol dari titik putih setelah Stefano Sensi dilanggar di kotak penalti.

Perasaan Lukaku

Kemengan ini membuat Inter berada di puncak klasemen Serie A dengan koleksi enam poin. Lukaku tentu saja merasa sangat senang bisa mengantarkan timnya meraih dua kemenangan beruntun di Serie A. Berikut ini ungkapan perasaan Lukaku.

“Saya sangat senang atas dua kemenangan pertama di liga dan juga atas kesuksesan malam ini,” kata Lukaku kepada Inter TV.

“Pertandingan berjalan ketat, kami harus bertarung namun itulah yang harus kami lakukan dalam setiap pertandingan, saya turut senang untuk tim ini dan juga para fans kami.” ujarnya kembali.

Gol Kedua Lukaku

Dengan rasa bangga ini tercatat merupakan keberhasilan gol kedua Lukaku setelah pekan lalu menjebol gawang Lecce. Sang pemain tentu saja merasa sangat senang bisa terus mencetak gol untuk Inter. Ia adalah pemain anyar di Inter dan bisa membuktikan namanya Inter.

“Dapat mencetak gol dengan mengenakan seragam ini merupakan perasaan yang hebat,” lanjutnya kepada tim poker online terpercaya.

“Saya ingin membantu tim lebih banyak lagi, juga melalui asis: tujuannya adalah untuk melanjutkan performa ini.” tandasnya.

Duet Dengan Lautaro Martinez

Lalu kemudian Lukaku juga berbicara tentang rekan duetnya yang perbandingan usianya jauh, Lautaro Martinez. Ia berharap kerja sama mereka bisa terus meningkat setiap pekannya. Dan semakin membuat tim kompak dalam bekerja sama.

“Kerja sama saya dengan Lautaro? Semakin baik setiap minggunya dan saya senang atas gol yang dicetaknya, yang bermakna penting bagi kami,” kata Lukaku.

“Sekarang terdapat jeda untuk komitmen tim nasional, penting bagi kami untuk bisa kembali dalam kondisi yang baik dan bekerja keras untuk mempersiapkan diri menjelang pertandingan di San Siro melawan Udinese dan Slavia Praha.” ujarnya kembali.

Updated : Agu 23, 2019 in Berita Terkini

Zidane Puas Dengan Hasil Gareth Bale, Ia Tidak Peduli Kartu Merah Yang Diberikan Wasit

Baru-baru ini berita dateng dari pemain berusia 30 tahun, Gareth Bale yang mendapat kartu merah pada laga melawan Villarreal. Akan tetapi, tidak ada respon berlebih dari pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane terkait hal tersebut yang terjadi pada dirinya.

Gareth Bale dimainkan sejak menit awal pada laga Villarreal vs Real Madrid di jornada ketiga La Liga 2019/2020, yang dilaksanakan pada hari Senin tanggal 2 September 2019. Bale menerima dua kartu kuning pada menit 90+2 dan 90+4.

Sebelum mendapat dua kartu kuning, yang berarti kartu merah, dan kartu tersebut diberikan dari wasit Jesus Gil, pasti banyak yang bingung juga karena Gareth Bale tampil bagus. Dia berhasil mencetak dua gol dan membuat laga di Estadio Ceramica berakhir dengan skor imbang yaitu 2-2.

Dua gol dan kartu merah membuat Gareth Bale menjadi sorotan utama. Dan menjadi penyelamat Real Madrid. Lantas, seperti apa penilaian dari Zinedine Zidane sang pelatih yang kabarnya tidak merespon terkait performa Gareth Bale? simak berikut ini yuk lebih lengkapnya.

Respon Zidane Pada Kartu Merah Gareth Bale

Zinedine Zidane mengaku tidak ingin terlalu merisaukan kartu merah yang diterima oleh Gareth Bale. Baginya, dua pelanggaran itu memang pantas dan layak untuk diganjar dengan kartu kuning oleh wasit Jesus Gil. Berikut ini ungkapan dari sang pelatih.

“Gareth Bale melakukan dua kali pelanggaran dan mendapatkan dua kartu kuning. Tapi sekarang waktu untuk berpikir tentang istirahat. Ya, mungkin bukan istirahat karena dia pergi dengan timnas Wales,” ucap Zinedine Zidane dikutip dari Goal International.

Tidak ada selesainya jika meladeni banyaknya pertanyaan para jurnalis terkait kartu merah, Zidane lebih tertarik bicara soal dua gol yang dicetak oleh Gareth Bale. Pelatih 47 tahun merasa puas dengan kontribusi positif Bale untuk Madrid. Yang pada intinya sang pelatih terus memberikan pernyataan yang positif karena usaha yang di berikan Gareth Bale.

“Saya senang dengan gol yang dicetak oleh Gareth Bale dan kami akan terus melakukan hal-hal yang positif,” tegas pelatih asal Prancis tersebut.

Yang Penting Tidak Kalah

Zinedine Zidane sendiri mengakui bahwa Real Madrid tidak bermain baik pada awal babak pertama. Akan tetapi, Sergio Ramos dan kolega mampu memberi respon positif. Begitu juga dengan upaya gigih tim untuk membalas gol. Dengan perolehan skor imbang tersebut dinilai sang pelatih dalam situasi yang aman karena Real Madrid sedang berada di posisi menurun, hasil imbang terselamatkan.

“Poin yang positif adalah reaksi yang diberikan, pada akhirnya sangatlah penting tidak mengalami kekalahan,” ucap Zidane di situs resmi Real Madrid.

Setelah laga melawan Villarreal, Real Madrid akan mendapatkan waktu libur karena jeda internasional. Setelah itu, Madrid bakal berjumpa Levante di Bernabeu pada tanggal 14 September 2019. So untuk para fans bersabar ya menunggu Real Madrid akan kembali semoga membawa perubahan yang lebih baik.

Updated : Agu 22, 2019 in Berita Terkini

Zidane Tetap Menghargai Dan Anggap Positif Hasil Imbang Villarreal vs Real Madrid

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane baru-baru ini menganggap hasil imbang yang di peroleh saat melawan Villarreal dijadikan sebagai hal positif. Walau, pelatih berusia 47 tahun juga tidak menampik bahwa perlu ada pembenahan di skuadnya. Agar kedepannya tidak terjadi kekalahan lagi atau hasil imbang lagi.

Real Madrid berjumpa dengan Villarreal pada jornada ketiga La Liga musim 2019/2020, yang di laksanakan pada hari Senin tanggal 2 September 2019 dini hari WIB. Laga di Stadion Ceramica berakhir dengan skor imbang yaitu 2-2.

Villarreal sempat dua kali lebih unggul atas Real Madrid. The Yellow Submarines mencetak gol lewat aksi pemain berusia 27 tahun Gerard Moreno dan Moi Gomez berusia 25 tahun. Lalu, tidak tinggal diam Real Madrid, dua kali pula Madrid membalas melalui gol dari pemain berusia 30 tahun, Gareth Bale.

Untuk hasil imbang ini bisa jadi tidak cukup bagus bagi fans Real Madrid dan tetapi kalau dilihat dari perkembangan Madrid saat ini, hasil imbang itu membawa situasi yang aman. Dan, sang pelatih Zinedine Zidane merasa ada hal yang positif. Kira-kira apa, simak berikut ini.

Hasil Imbang Yang Positif

Zinedine Zidane mengakui bahwa Real Madrid tidak bermain bagus pada awal-awal laga. Akan tetapi, dia merasa respon yang diberikan Sergio Ramos dan kolega cukup positif pasca tertinggal dari Villarreal. Dan Zinedine Zidane sangat menghargai hal tersebut. Berikut ini percakapan dari sang pelatih.

“Dalam sepakbola dapat saja terjadi kesalahan-kesalahan. Bagi saya lebih penting adalah sensasi yang positif. Di luar 15 menit pertama, dimana kami tidak tampil bagus,” buka Zidane di situs resmi klub.

“Kami telah memainkan satu pertandingan yang cukup baik,” sambung pelatih asal Prancis.

Menurut Zidane, pasti perlu yang namanya proses dan tidak mudah untuk bisa bangkit usai dua kali berada dalam posisi tertinggal. Karena itu, dia merasa timnya sudah tampil positif. Selain itu, Madrid juga disebut dan juga di nilai sudah tampil bagus.

“Kami telah menciptakan peluang-peluang untuk dapat mencetak gol dan kita harus berupaya untuk mencetak lebih banyak gol lagi,” tegasnya.

Pertahanan Harus Lebih Solid

Berkaca dan juga belajar dari hasil melawan Villarreal, Zinedine Zidane merasa lini belakang Real Madrid belum cukup solid. Dua gol perolehan yang dicetak oleh Villarreal menjadi bukti bahwa perlu ada perbaikan dan juga kekuatan yang lebih dari para pemain dan juga pelatih agar di laga selanjutnya klub bisa bangkit.

“Itu merupakan hal-hal yang bisa saja terjadi dan kami harus bekerja untuk lebih meningkatkan lagi pertahanan kami. Kami tahu bahwa kami akan dapat menciptakan serangan-serangan berbahaya,” kata Zidane.

Dengan hasil imbang yang di peroleh saat melawan Villarreal, Real Madrid kini ada di peringkat kelima klasemen sementara La Liga 2019/2020. Los Blancos meraih lima poin, terpaut empat angka dari tetangganya Atletico Madrid yang berada di puncak.

Updated : Agu 21, 2019 in Berita Terkini

Liverpool Menunjukkan Jika Sudah Terbiasa Menang, Apakah Ini Sinyal Siap Jadi Juara?

Lagi-lagi berita datang dari Liverpool dimana klub ini mungkin sempat tidak tampil terlalu baik di markas Burnley akhir pekan lalu, tapi mereka tetap bisa membawa pulang tiga poin. The Reds masih menjadi satu-satunya tim dengan poin sempurna setelah empat pertandingan Premier League 2019/20.

Seperti informasi yang dikutip dari Sky Sports, menjelaskan jika kemenangan tersebut juga membantu sang pelatih Jurgen Klopp dalam membukukan rekor baru. Tercatat, The Reds terus menang dalam 13 pertandingan Premier League terakhir, yang sudah mulai musim lalu sampai musim ini.

Bagi Klopp, catatan itu memang tak penting, tapi setidaknya kemenangan itu mengindikasikan kekuatan Liverpool. Mohamed Salah dan rekan pemain lainnya, sudah punya segalanya untuk mewujudkan mimpi menjuarai Premier League, hanya perlu konsisten dan mempertahankan kekuatan yang sudah ada. Simak berikut ini lebih lengkapnya.

13 Kemenangan

Nah sampai akhirnya mendapatkan 13 kemenangan beruntun itu juga sudah terbagi dalam 9 kemenangan di musim lalu dan 4 kemenangan musim ini. Liverpool merupakan satu-satunya tim di Premier League yang bisa menyapu bersih empat pertandingan pertama musim 2019/20 ini. Nama bisa berjaya saat ini menjadi tim yang terus membawa prestasi membanggakan.

Nah hasil dari catatan ini jelas menjadi pesan untuk Manchester City dan tim-tim lain. Bahkan sampai tidak ada tanda-tanda penurunan. Liverpool justru semakin kuat untuk sukses. Sang pelatih Jurgen Klopp tentu merasakan rasa bangganya akan kinerja para pemain yang bisa menerima arahan darinya.

Klopp sendiri mengaku tidak menduga para pemainnya bisa melaju sebaik ini, khususnya beberapa pemain mengalami lelah fisik dan lelah mental karena musim lalu yang lebih panjang.

Pramusim Buruk

Tak hanya itu, tentu ada masa saat Liverpool down dimana klub semakin meragukan usai menjalani pramusim yang kurang sempurna. Mereka menelan beberapa kekalahan pada pertandingan yang seharusnya mudah.

Klopp juga tidak mendatangkan pemain baru yang benar-benar signifikan. Sampai skuad Liverpool menunjukkan terus praktis tak berubah, nyaris sama persis seperti musim lalu.

Walaupun sudah terjadi demikian, Liverpool belajar terus dari kesalahan dan justru kekuatan yang sama ini yang menakutkan. Trio Salah-Mane-Firmino bergantian jadi pembeda. Liverpool tak punya masalah berarti.

Apakah kekuatan Liverpool yang sekarang sudah cukup untuk menjuarai Premier League? Man City mungkin bisa menjawab itu, tapi Liverpool sudah menunjukkan tanda-tanda menjanjikan. Untuk itu Man City dan klub lainnya harus benar-benar siap, kita tunggu saja ya Bolaneters apakah jagoan kalian bisa menang juga atau justru malah kalah?

Updated : Agu 20, 2019 in Berita Terkini

Performa Victor Lindelof Dikecam Mantan Bek Manchester United

Berita baru datang dari Rio Ferdinand dirinya menilai performa yang ditampilkan bek Manchester United berusia 25 tahun, Victor Lindelof yang tidak cukup bagus. Dia sendiri merasakan kesal karena tidak ada pembagian tugas yang baik antara dua pemain seperti Lindelof dan Harry Maguire.

Sedangkan duet Lindelof dan Maguire dinilai tampil bagus saat Manchester United dan berhasil menang dengan perolehan skor 4-0 atas Chelsea di pekan pertama Premier League 2019/2020. Akan tetapi, sejauh ini hanya pada laga itulah mereka mampu mencatat cleansheet.

Lalu pada tiga laga setelah itu melawan Chelsea, ada empat gol yang bersarang di gawang United. Tentu saja ini bukan salah David de Gea sebagai penjaga gawang. Karena ada peran dua pemain tersebut yaitu dari Lindelof dan Maguire.

Ferdinand sendiri bisa melihat jika Lindelof punya problem yang cukup besar di barisan pertahanan United. Seperti apa ulasan Ferdinand? simak berikut ini yuk Bolaneters.

Saling Lempar Tanggung Jawab Maguire dan Lindelof

Rio Ferdinand mencermati dengan seksama proses gol Southampton lawan Manchester United, yang sudah dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 31 Agustus 2019 lalu. Ferdinand sendiri menilai dan juga sekaligus melihat ada kesalahan fatal yang dibuat oleh duet Lindelof dan Maguire di sana.

“Jika Anda melihat dua bek tengah pada gol tersebut, mereka tahu di mana letak [pemain] bahaya, tapi mereka saling menunjuk,” kata Ferdinand dikutip dari BT Sports.

Lalu untuk perolehan skor pada Gol Southampton dicetak oleh Jannik Vestergaard pada menit ke-58. Sesaat sebelum pemain asal Danmark tersebut menyundul bola, Lindelof dan Maguire memang nampak saling menunjuk ke arahnya.

“Mereka harus bergerak melawan pemain yang berhaya. Mereka berdua bertanggung jawab di sana. Sol Campbell atau Martin Keown akan mengawal pemain berbaya dan mengambil tanggung jawab itu,” tegas Ferdinand.

Pada akhirnya, Vertergaard sendiri mampu berhasil mendapat ruang yang leluasa untuk bergerak dan memenangkan duel lawan Lindelof.

Kesalahan Fatal Lindelof

Rio Ferdinand secara spesifik lantas menyalahkan Victor Lindelof atas terciptanya gol Southampton. Lindelof adalah pemain yang punya jarak lebih dekat dengan Vastergaard sebelum gol terjadi, dibanding Maguire yang berada di tiang dekat United.

“Lindelof adalah penyebab utama dalam kondisi ini. Kasus ini soal kebanggaan diri. Mereka berdua harus berkata ‘sudah, cukup saya saja di sana’. Jika Lindelof menjaga lebih ketat, Vestergaard tidak ada bisa lari darinya,” kata Ferdinand.

Sejatinya, bukan kali ini saja Lindelof kalah duel udara dan berakibat bobolnya gawang United. Hal yang sama juga pernah terjadi ketika United kalah dari Crystal Palace, yakni dalam proses gol pertama. Entah apa yang membuat dirinya bisa memberikan penampilannya yang jelek tersebut.

Saat itu, Lindelof kalah duel udara ketika menyambut bola tendangan jauh kiper. Bola kemudian dikejar oleh Jordan Ayew yang langsung berhadapan dengan Davie de Gea.

Updated : Agu 19, 2019 in Berita Terkini

Pemain Muda Manchester United, Daniel James Menjadi Cahaya!

Baru-baru ini performa Manchester United masih berada di posisi belum stabil pada musim 2019/2020. Akan tetapi, pemain berusia 40 tahun, Rio Ferdinand melihat ada setitik cahaya di mantan klubnya itu. Cahaya itu bisa di berikan oleh pemain muda berusia 21 tahun, Daniel James.

Seperti yang diketahui Manchester United bermain imbang melawan Southampton pada pekan keempat Premier League 2019/2020, yang di laksanakan pada hari Sabtu tanggal 31 Agustus 2019 yang lalu. Dari empat laga yang sudah dimainkan, pada laga kali ini MU berhasil memperoleh dengan skor imbang kedua United.

Waktu itu performa yang diberikan Setan Merah dinilai bakal sangat menjanjikan saat menang dengan perolehan skor 4-0 atas Chelsea di laga perdana. Namun ternyata perkiraan meleset karena dilaga selanjutnya United gagal menang. United diimbangi Wolves dan kalah dari Crystal Palace.

Nah, Rio Ferdinand coba melihat sisi positif dari perjalanan United sejauh ini. Lalu apakah pemain muda MU, Daniel James ini adalah sisi positif itu. Mengapa bisa begitu? simak berikut ini.

Daniel James Tampil Bagus Dan Mancetak Tiga Gol

Tercatat Manchester United resmi membeli Daniel James dari Swansea pada awal musim 2019/2020 ini. Harga yang harus dikeluarkan United hanya 15 juta pounds saja. Daniel James pemain yang dibeli dengan harga yang murah jika dibanding pembelian United lain.

Tidak seperti pemain transfer lainnya, baru kali ini transfer Daniel James tak mendapat banyak sorotan. Akan tetapi, sejauh ini pemain asal Wales justru tampil konsisten dan membuktikan kepada tim dan juga rekan pemain MU lainnya. Daniel James tercatat telah mencetak sebanyak tiga gol di Premier League untuk United.

“Daniel James hari ini [Sabtu], dia adalah cahaya yang bersinar di Manchester United,” ucap Ferdinand dikutip dari BT Sports.

Menurut Rio Ferdinand, Daniel James menjadi inspirasi dari setiap serangan yang dibangun oleh pemain Manchester United. Justru yang didapatkan bukanlah dari Paul Pogba atau Marcus Rashford, tumpuan serangan United ada pada pemain 21 tahun tersebut.

“Daniel James menjadi sasaran dari segala macam inspirasi. Berbagai macam ancaman ke gawang Southampton datang melalui Daniel James,” tegas Ferdinand.

Butuh Waktu Untuk Matang

Rio Ferdinand juga harus bersikap secara objektif jika dirinya mengakui masih banyak kelemahan yang dimiliki oleh Daniel James. Tetapi, kesalahan tersebut masih wajar karena Daniel James masih sangat muda dan baru pertama kali bermain di Premier League. Tetapi Daniel James sudah bisa menunjukkan prestasinya ditengah lapangan.

“Dia masih muda, akan menjadi naif dan konyol jika Anda berpikir kesalahan itu tidak akan terjadi,” kata Ferdinand.

“Saya suka bagaimana dia ingin mendapat bola. Jika bola itu lepas, dia akan meloncat, dia akan menjatuhkan diri untuk merebut bola itu lagi. Itu mentalitas pemain top, mereka menyambutnya dengan baik,” tutur Ferdinand.

Daniel James sejauh ini tercatat selalu tampil dalam empat laga yang sudah dimainkan Manchester United, tiga kali pemain inti dan sekali pengganti. Daniel James menjadi top skor sementara United dengan berhasil mencetak tiga gol.

Updated : Agu 18, 2019 in Berita Terkini

Skor Imbang Lagi, Casemiro Jelaskan Kondisi Real Madrid Dan Tidak Berdalih

Baru-baru ini Real Madrid kembali lagi dengan keberhasilannya namun meraih hasil imbang kala menyambangi Villarreal di pekan ketiga La Liga 2019/20, yang dilaksanakan pada hari Senin tanggal 2 September 2019 dini hari WIB. Hasil imbang tersebut sudah sangat membantu karena, nyaris mengalami kekalahan, Madrid bisa berada di posisi beruntung bisa menyamakan kedudukan jadi 2-2.

Hasil gambar untuk Casemiro"

Hasil imbang ini bukan lah hasil yang pertama kali. Karena sepekan sebelumnya, Madrid ditahan dengan skor imbang 1-1 oleh Real Valladolid. Alhasil, Los Blancos hanya mengumpulkan 5 poin dari tiga pertandingan La Liga sejauh ini.

Torehan tersebut sampai dibilang buruk. Pasukan Zinedine Zidane ini seharusnya bisa memanfaatkan situasi ketika Barcelona sedang tidak dalam kondisi terbaiknya. Namun ternyata harapan dan usaha Madrid justru ikut tampil buruk. Dan belum membberikan hasil yang maksimal.

Lalu gelandang Madrid berusia 27 tahun, Casemiro baru saja mengakui permainan mereka kurang maksimal.

Kurang Segalanya

Casemiro tak mau mencari kesalahan dari orang lain, dia sendiri mengakui permainan Madrid masih di bawah harapan. Mereka beruntung bisa meraih walaupun dengan perolehan satu poin ketika menyuguhkan performa di bawah standar. Berikut ini ujar Casemiro.

“Kami kurang segalanya. Kami harus mencetak banyak gol dan tampil lebih baik saat bertahan. Ini adalah tim. Jika bertahan, kami semua bertahan. Jika menyerang, kami semua menyerang,” tutur Casemiro di situs resmi Real Madrid.

“Real Madrid punya kewajiban untuk selalu menang. Jersey ini membuat itu jadi kewajiban.”

“Tempat ini sulit [markas Villareal]. Kami memegang kontrol selama 65 menit tetapi mereka berhasil menemukan celah dan mencetak gol,” lanjutnya kepada reporter celfceredigionart.org.

Terus Bekerja Keras

Informasi lebih lanjut lagi, Casemiro tahu hasil imbang itu bakal mengundang kritik dan juga banyak komentar negatif pada Real Madrid. Namun baginya hal itu wajar selama Madrid menemukan cara untuk menjawabnya dengan kemenangan selanjutnya yang memang bisa tim raih. Berikut ini ujar Casemiro lebih lengkap.

“Jeda internasional sudah tiba dan kami harus mengubah pola pikir kami. Anda harus terus bekerja keras,” sambung Casemiro.

“Kami mengontrol pertandingan. Kami punya peluang. Saya kira kami bermain baik, tetapi Anda harus selalu menang dengan kostum ini.”

“Kritik itu wajar, tetapi orang-orang juga harus melihat kerja keras kami. Kami harus terus bekerja untuk melaju sebaik mungkin di La Liga,” tutupnya.

Updated : Agu 17, 2019 in Berita Terkini

Inter Milan Raih Kemenangan Tiga Poin Penting, Sampai Cagliari Tidak Angkat Bicara

Baru-baru ini berita datang dari bek Inter Milan berusia 24 tahun, Milan Skriniar yang mengaku kemenangan atas Cagliari  begitu penting dan berharga. Pasalnya, tidak mudah meraih kemenangan di kandang Cagliari.

Inter berkunjung ke markas Cagliari pada giornata kedua Serie A 2019/20. Bermain di Sardegna Arena, dan akhirnya Inter memenangkan dengan perolehan hasil skor tipis 2-1.

Saat jalannya pertandingan, Inter tercatat berhasil membuka skor melalui pemain berusia 22 tahun, Lautaro Martinez tetapi bisa disamakan oleh Joao Pedro. Namun kemenangan sesungguhnya pada Inter yang akhirnya ditentukan oleh pemain anyar Romelu Lukaku.

Lukaku mencetak gol dari titik putih setelah Stefano Sensi dilanggar di kotak terlarang. Jelas jol itu membuat lega Inter karena mereka berhasil membawa pulang dengan perolehan tiga poin.

Tiga Poin Penting

Kemenangan yang bisa di raih pada hari ini juga terasa manis karena Inter saat ini bertengger di puncak klasemen Serie A dengan koleksi enam poin. Skriniar tentu saja merasa sangat senang dengan hasil yang diraih timnya. Dirinya menilai jika pemain sudah memberikan yang terbaik. Berikut ini ungkapan Skriniar.

“Ini adalah tiga poin penting karena kami tahu selalu sulit untuk berlaga di sini,” kata Skriniar di situs resmi klub.

“Mereka tim yang mengandalkan fisik dan karena itu, kemenangan ini menjadi sangat penting bagi kami.” ujarnya kembali.

Kekurangan Inter

Tentu ketika ada kelebihan yang dimiliki ada juga kekurangannya. Dan Skriniar juga membeberkan kekurangan ditunjukkan Inter saat berhadapan dengan Cagliari. Namun, ia senang dengan reaksi yang ditunjukkan oleh timnya akan hal tersebut.

“Mungkin penyelesaian akhir kami kurang baik, kami juga kurang konsentrasi di awal babak kedua namun tim mampu bereaksi dengan tepat dan itulah hal yang terpenting,” lanjutnya.

Puji Sang Pelatih

Skriniar juga memberikan pujian kepada sang pelatih Antonio Conte. Menurutnya, Conte sudah membawa mental pemenang ke skuat Inter saat ini. Dan dirinya mampu memberikan arahan yang sangat baik untuk para pemain.

“Conte membawa mentalitas pemenang bersamanya,” kata Skriniar.

“Saya bermain sebagai bek tengah di sisi kiri dalam skema empat pemain bertahan tahun lalu, mungkin pelatih telah menonton banyak pertandingan dan itu membuatnya bisa mengambil keputusan, jika pelatih ingin memainkan saya di sisi kiri maka saya akan melakukannya.” tutupnya.