Bagi setiap orang, remaja adalah fase penting dimana sedang mengembangkan diri hingga mencari suatu hal paling tepat dalam hidup. Bahkan, bisa dikatakan secara mental masih sering ragu atau bimbang dalam mengambil berbagai keputusan.

Melihat kondisi tersebut, ternyata juga mampu memicu sebuah ragam gaya hidup dimana wajib diketahui secara langsung. Karena bisa memberikan dampak baik positif atau negatif bagi kehidupan masa kini.

Berhubungan dengan kondisi tersebut, bisa dikatakan bahwa melihat sisi negatif harus lebih diperhatikan agar tidak sampai terjerumus. Tidak bisa dipungkiri juga, hal ini mengundang rasa prihatin bila terjadi pada keluarga pada kondisi masih remaja.

Perlu dipahami juga, bahwa fase remaja masih sering terjadi hal kurang teratur serta merugikan orang dewasa bahkan.

Berbagai Gaya Hidup Remaja Merugikan

Bila ingin melihat langsung akan dampaknya, maka berikut adalah beberapa jenis mengenai gaya hidup buruk bagi para remaja :

Brand adalah segalanya

Sebagai gaya hidup para remaja, dimana sebenarnya hal ini sendiri memaksa agar konsumtif dimana merasa brand merupakan suatu hal paling utama. Membeli sebuah barang harus dengan brand biasanya dari luar negeri atau impor dibanding menyukai dalam negeri. Sebenarnya hal ini lebih kepada untuk kebutuhan bergaya saja, bahkan sering dijumpai tidak untuk digunakan rutin. Selain itu, hal ini tentu saja akan mengonsumsi banyak dana dari orangtua.

Banyak mengeluh dan mengkritik

Masalah lain dan sudah menjadi gaya hidup adalah bila menyukai kegiatan mengeluh serta memberikan kritik tanpa melihat orang lain. Namun, perlu dipahami bahwa remaja saat ini menganut gaya hidup buruk seperti ini sehingga bisa merugikan banyak orang baik secara langsung maupun sosial media. Nantinya juga hal ini bisa berdampak langsung pada rasa malas dan pastinya sangat merugikan anak remaja itu sendiri.

Contoh paling nyata seperti di atas memang sudah menjadi sebuah jalan gaya hidup dan sangat merugikan bila tidak diatasi. Mengingat hal ini, pastinya bisa memberikan dampak buruk kepada remaja lain dimana merasa tidak ingin melakukan hal semacam ini. Oleh karenanya, para remaja ini memang butuh pendampingan ketat dari orang tua dengan metode baik agar tidak merugikan pihak lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *